Trump Klaim AS Akan Kuasai Minyak dan Gas Venezuela Usai Penangkapan Nicolas Maduro

Washington – Trump Klaim AS Akan Kuasai Minyak dan Gas Venezuela, Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka menyatakan bahwa Amerika Serikat akan mengambil alih pengelolaan cadangan minyak dan gas Venezuela, menyusul operasi militer di Caracas dan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam konferensi pers di kediamannya, Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida, dan dikutip dari CNBC. Trump menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan energi raksasa asal Amerika Serikat akan segera masuk ke Venezuela untuk mengelola sektor migas negara tersebut.

“Perusahaan-perusahaan minyak dan gas Amerika Serikat kami, yang terbesar di dunia, akan masuk untuk menanamkan investasi miliaran dolar, memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, terutama infrastruktur minyak,” ujar Trump.

“Mari kita mulai menghasilkan uang untuk negara ini,” tambahnya.

Venezuela Miliki Cadangan Minyak Terbesar Dunia

Venezuela diketahui sebagai salah satu pendiri Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia, yakni sekitar 303 miliar barel, atau setara 17 persen dari total cadangan minyak global.

Saat ini, Chevron menjadi satu-satunya perusahaan minyak asal AS yang masih beroperasi di Venezuela. Berdasarkan data perusahaan konsultan energi Kpler, Chevron mengekspor sekitar 140.000 barel minyak per hari dari Venezuela pada kuartal keempat 2025, sebagaimana dikutip CNBC.

Penangkapan Maduro Usai Serangan ke Caracas

Sebelumnya, pemerintah Amerika Serikat menangkap Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, di kediaman mereka hanya beberapa jam setelah pasukan Pentagon melancarkan serangan ke Kota Caracas, Sabtu (3/1) dini hari waktu setempat.

Maduro dan Cilia Flores saat ini telah dibawa ke New York untuk menghadapi dakwaan peredaran narkoba dan perdagangan senjata, menurut otoritas AS.

Trump juga menyatakan bahwa Amerika Serikat akan mengambil alih pemerintahan sementara Venezuela, meski tidak menjelaskan secara rinci durasi penguasaan tersebut.

“Kami akan memimpin negara ini sampai saatnya kami dapat melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana,” ujar Trump, dikutip dari CNN, Sabtu (3/1).

“Kami tidak ingin berurusan dengan pihak yang selama ini berkuasa. Situasinya sudah sama selama bertahun-tahun. Karena itu, kami akan memimpin negara ini,” lanjutnya.

Dampak Geopolitik Global

Pernyataan Trump tersebut diperkirakan akan memicu ketegangan geopolitik internasional, terutama di kawasan Amerika Latin dan pasar energi global, mengingat posisi strategis Venezuela sebagai pemilik cadangan minyak terbesar dunia.

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Venezuela maupun reaksi resmi dari OPEC terkait pernyataan Presiden AS tersebut.

Tinggalkan komentar