Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membeberkan kronologi hilangnya kontak pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport dengan nomor registrasi PK-THT yang terjadi pada Sabtu (17/1/2025).
Pesawat tersebut dioperasikan oleh Indonesia Air Transport dengan Pilot in Command tercatat atas nama Captain Andy Dahananto. Dalam penerbangan tersebut, pesawat membawa tujuh orang kru serta tiga penumpang.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman Laisa, mengatakan laporan awal diterima tidak lama setelah komunikasi antara pesawat dan petugas pengatur lalu lintas udara terputus.

Pesawat diketahui bertolak dari Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta, dengan tujuan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar. Berdasarkan data kronologis, pada pukul 04.23 UTC atau sekitar pukul 11.23 WIB (12.23 Wita), Air Traffic Control (ATC) Makassar Area Control Center mencatat pesawat tengah melakukan pendekatan menuju landasan pacu Bandara Makassar.
Namun, setelah itu komunikasi dengan pesawat tidak dapat dilakukan, sehingga dinyatakan hilang kontak dan memicu dilakukannya prosedur darurat sesuai ketentuan penerbangan sipil.
Sebagai bagian dari langkah penanganan, AirNav Indonesia turut menyiapkan penerbitan Notice to Airmen (NOTAM) terkait kegiatan pencarian dan pertolongan guna mendukung keselamatan navigasi penerbangan di wilayah terdampak.
Kronologi Hilang Kontak Pesawat ATR 42-500
Lukman Laisa menegaskan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak untuk memastikan proses penanganan berjalan optimal.
“Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melalui Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makassar terus berkoordinasi secara intensif dengan AirNav Indonesia, Basarnas, operator penerbangan, TNI Angkatan Udara, serta instansi terkait lainnya untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan seluruh langkah penanganan berjalan secara maksimal,” ujarnya.
Hingga saat ini, proses pemantauan dan koordinasi lintas instansi masih terus berlangsung seiring dengan upaya pencarian dan pertolongan terhadap pesawat tersebut.