News  

Iduladha 1447 H: Spirit Kurban Menyatu dengan Arah Baru Majalengka 

 

 

Newstv.co.id

Majalengka. Di Alun-alun Majalengka pagi itu, takbir bukan hanya menggema di udara. Ia meresap ke ruang batin ratusan warga yang hadir, menjadi penanda bahwa Iduladha 1447 H bukan sekadar ritual tahunan. Di bawah khutbah Dewan Pertimbangan MUI Jawa Barat, H. Imam Budiman, makna kurban dipulangkan pada esensinya: ketakwaan yang menjelma kepedulian sosial, dan kepedulian yang menjelma keberkahan bagi Majalengka langkung sae.

 

Kehadiran Wakil Bupati, unsur Forkopimda, Baznas, Kemenag, kepala OPD, hingga para tokoh masyarakat, mempertegas satu hal bahwa semangat Iduladha hari ini adalah semangat kebersamaan dalam tata kelola. Bukan seremonial kosong, tetapi perjumpaan antara nilai spiritual dan kerja nyata pemerintahan.

 

Ketika nilai itu diterjemahkan menjadi tindakan.

Pemkab Majalengka di bawah kepemimpinan Bupati Eman Suherman menerjunkan 60 petugas kesehatan hewan ke 26 kecamatan dan pasar hewan. 1.650 ekor hewan kurban telah diperiksa, memastikan yang disembelih adalah yang layak, yang sehat, yang membawa keberkahan, bukan keresahan.

 

Dari 11.593 ekor hewan kurban yang tercatat tahun ini, ada tiga ekor sapi dan dua ekor kambing yang dipersembahkan langsung oleh Bupati untuk dibagikan kepada masyarakat. Sebuah isyarat halus: pemimpin yang hadir bukan hanya dalam sambutan, tetapi juga dalam bagian yang ia lepaskan untuk orang lain.

 

Di titik inilah Iduladha di Majalengka terasa berbeda.

Ia bukan hanya tentang berapa ekor hewan yang disembelih, tetapi tentang berapa banyak rasa aman, tertib, dan adil yang berhasil ditumbuhkan. Ketika kurban menjadi sistem, ketika kepedulian menjadi kebijakan, maka keberkahan itu tidak lagi menjadi harapan—ia menjadi pengalaman bersama.

 

Salat Iduladha berlangsung khidmat. Usai salat, silaturahmi dan penyaluran kurban mengalir tanpa sekat. Di sanalah terlihat Majalengka sedang berjalan dalam arah yang lebih tenang, lebih tertata, lebih manusiawi.

 

Sebagai masyarakat, saya melihat ini bukan sekadar berita pemerintahan. Ini adalah kisah peradaban yang sedang ditulis ulang dengan tinta keteladanan, dengan tinta kerja yang senyap namun berdampak.

 

Semoga arah ini dijaga. Karena Majalengka langkung sae bukan lahir dari kata, tetapi dari langkah kecil yang konsisten menjaga amanah rakyat.*

Newstv.co.id

Jawa barat

( Asep saefuloh )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *