Aspirasi Rakyat Mandiri dan Berdaulat (ARMADA)

Kasus ISPA di Riau Tembus 11.370, Asap Karhutla Jadi Perhatian

blank
Kasus ISPA di Riau Tembus 11.370, Asap Karhutla Jadi Perhatian

RIAU — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera turut berdampak terhadap kondisi kesehatan masyarakat di Provinsi Riau. Dinas Kesehatan Riau mencatat sebanyak 11.370 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sepanjang 1–14 September 2026.

Kasus tersebut tersebar di 12 kabupaten dan kota di Riau. Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zulkifli, mengatakan peningkatan kasus ISPA mulai terlihat sejak pertengahan Agustus dan terus bertambah seiring meluasnya wilayah terdampak asap karhutla.

Data Dinas Kesehatan Riau menunjukkan, peningkatan kasus mulai tercatat pada 19 Agustus 2026. Pada saat itu, laporan berasal dari empat daerah, yakni Kampar, Siak, Pelalawan, dan Pekanbaru. Selanjutnya, kasus dilaporkan dari seluruh 12 kabupaten dan kota di Riau.

Puncak penambahan kasus terjadi pada 10 September dengan lebih dari 1.200 kasus baru dalam satu hari.

Meski jumlah penderita meningkat, hingga laporan tersebut diterbitkan belum terdapat pasien ISPA yang harus mendapatkan rujukan ke rumah sakit. Penanganan masih dilakukan di tingkat pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas).

“Kasus ini masih ditangani di Puskesmas dan belum ada yang dirujuk untuk penanganan medis lebih lanjut,” kata Zulkifli, seperti dikutip detikNews.

Data tersebut juga telah dilaporkan kepada Kementerian Kesehatan sebagai bagian dari pemantauan dampak kesehatan akibat kondisi udara yang memburuk.

Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk

Dampak kabut asap juga dirasakan di Kota Pekanbaru. Pemerintah Kota Pekanbaru memutuskan menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik PAUD/TK, SD, dan SMP mulai 16 hingga 19 September 2026.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan kebijakan tersebut diambil setelah kualitas udara kembali memburuk dan dinilai tidak aman, terutama bagi anak-anak.

Data pemantauan pada 15 September pukul 14.00 WIB menunjukkan angka pemantauan kualitas udara BMKG mencapai 220, sementara Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) berada di angka 243.

Pemerintah kota menegaskan PJJ bukan berarti kegiatan belajar dihentikan. Peserta didik tetap mengikuti proses pembelajaran dari rumah dengan pendampingan orang tua dan materi yang disiapkan sekolah.

Asap Tidak Hanya Berasal dari Riau

Sementara itu, BMKG Pekanbaru menyampaikan bahwa kabut asap yang menyelimuti Riau tidak seluruhnya berasal dari kebakaran yang terjadi di wilayah Riau.

Kepala BMKG Pekanbaru Warjono mengatakan hasil pemantauan citra satelit dan pola angin menunjukkan adanya potensi asap yang bergerak dari wilayah di sebelah selatan Riau.

Pergerakan asap tersebut dipengaruhi arah angin sehingga sumber asap tidak selalu berada di wilayah yang terdampak.

Pada 15 September, BMKG mencatat terdapat 4.127 titik panas atau hotspot di wilayah Sumatera. Sebaran terbesar berada di Sumatera Selatan sebanyak 2.878 titik, Lampung 468 titik, Bangka Belitung 318 titik, dan Jambi 285 titik. Sementara Riau tercatat 96 titik.

Untuk wilayah Riau, pembaruan data pukul 00.00–14.00 WIB mencatat 29 hotspot dengan tingkat kepercayaan sedang. Sebanyak 19 titik berada di Indragiri Hulu, empat di Kuantan Singingi, tiga di Pelalawan, serta masing-masing satu titik di Dumai, Rokan Hilir, dan Indragiri Hilir.

Pemadaman dan Pendinginan Terus Dilakukan

Pemerintah bersama unsur terkait masih melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan karhutla dan mengurangi dampak asap.

Tim gabungan yang terdiri atas BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah daerah, Masyarakat Peduli Api serta unsur lainnya melakukan operasi pemadaman dan pendinginan di sejumlah lokasi.

Upaya tersebut diperkuat dengan penggunaan water bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca sesuai kebutuhan serta kondisi atmosfer.

BMKG mengingatkan bahwa pemantauan kondisi asap perlu dilakukan secara menyeluruh dengan melihat titik panas, citra sebaran asap, serta arah dan kecepatan angin. Hal tersebut penting karena asap dapat bergerak melintasi wilayah mengikuti dinamika atmosfer.

Sumber berita: detikNews, “Asap Karhutla Picu Kenaikan Kasus ISPA di Riau”, ditulis Trypama Randra, Rabu, 16 September 2026 pukul 07.58 WIB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *