PALEMBANG — Masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel) masih perlu mewaspadai kondisi kering hingga awal Oktober 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim hujan 2026/2027 mulai memasuki wilayah Sumsel pada November 2026.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis, menyampaikan bahwa September menjadi salah satu periode terkering, terutama di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Komering Ulu (OKU).
Hujan Mulai Berpeluang Turun pada Oktober
BMKG memperkirakan peluang hujan mulai muncul pada Oktober. Namun, intensitas hujan pada periode tersebut masih relatif rendah.
Wilayah Banyuasin, Musi Banyuasin, dan Musi Rawas termasuk daerah yang berpotensi mengalami hujan lebih awal. Peluang hujan juga mulai muncul di wilayah selatan, termasuk OKI dan sebagian OKU.
Memasuki November 2026, BMKG memprediksi distribusi hujan mulai meluas di berbagai wilayah Sumsel. Intensitas hujan pada tahap awal musim tetap berpotensi rendah.
BMKG Pantau Potensi Hujan dan Karhutla
Selain memantau perkembangan musim hujan, BMKG juga mengamati potensi pertumbuhan awan hujan pada 18 dan 22 September 2026.
Potensi tersebut diharapkan dapat membantu membasahi wilayah yang mengalami kekeringan, terutama lokasi yang memiliki titik panas atau hotspot.
Namun, kondisi angin turut menentukan sebaran awan hujan. Karena itu, hujan tidak selalu turun merata di seluruh wilayah Sumsel.
Masyarakat Diminta Waspadai Musim Kering
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap mengantisipasi dampak cuaca kering hingga memasuki masa peralihan musim.
Kewaspadaan terutama diperlukan di wilayah yang rawan kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Masyarakat perlu mengikuti informasi cuaca dan iklim dari BMKG serta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran selama periode kering.
Sumber: Kompas.com dan informasi BMKG yang dikutip Antara.






