JAKARTA — Harga emas dunia menguat lebih dari 2 persen pada perdagangan Kamis (17/9/2026). Pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan penurunan harga minyak dunia menjadi sejumlah faktor yang mendukung pemulihan harga logam mulia tersebut.
Mengutip laporan Reuters, harga emas spot melonjak sekitar 2,3 persen menjadi 4.360,36 dolar AS per troy ons. Sementara itu, emas berjangka AS untuk kontrak pengiriman Desember naik 0,3 persen ke level 4.399,70 dolar AS per troy ons.
Pelemahan Dolar AS Mendukung Harga Emas
Pelemahan dolar AS membuat emas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi relatif lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain.
Kondisi ini dapat meningkatkan daya tarik emas di pasar global dan mendorong permintaan terhadap logam mulia.
Selain faktor mata uang, investor juga mencermati pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS serta kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Penurunan Harga Minyak Redakan Tekanan Inflasi
Harga minyak dunia melanjutkan penurunan selama dua hari berturut-turut. Harga minyak mencapai level terendah dalam sepekan seiring meredanya kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan.
Penurunan harga energi membantu mengurangi sebagian tekanan inflasi yang sebelumnya membebani pasar emas.
David Meger, Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, menjelaskan bahwa pergerakan harga energi memiliki hubungan dengan tekanan inflasi yang memengaruhi pasar emas.
Investor Pantau Kebijakan The Fed
Kenaikan harga emas berlangsung setelah The Fed menaikkan suku bunga pada Rabu (16/9/2026). Investor kemudian mencermati arah kebijakan moneter bank sentral AS tersebut, termasuk kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan.
Suku bunga yang lebih tinggi dapat meningkatkan daya tarik aset berbasis imbal hasil. Kondisi tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap emas karena logam mulia tidak menghasilkan bunga.
Namun, pelemahan dolar AS dan penurunan imbal hasil obligasi dapat memberikan dukungan terhadap harga emas.
Harga Emas Masih Menghadapi Risiko Pasar
Meskipun harga emas mengalami pemulihan, pergerakannya tetap bergantung pada sejumlah faktor ekonomi global.
Investor perlu memperhatikan kebijakan The Fed, perkembangan inflasi, nilai tukar dolar AS, dan pergerakan harga energi.
Perubahan faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi permintaan serta volatilitas harga emas dunia.
Sumber: Reuters, dikutip melalui laporan pasar emas dunia, 18 September 2026.



