NEWSTV, JENEPONTO — Safri, S.Pd., M.Pd., MH Daeng Ngerho, kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Jeneponto, menghadiri takziah malam ke-21 wafatnya Sangkala Dg Rate bin Baso Dg Kulle, Jumat (9/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, Safri menyampaikan ceramah keagamaan tentang makna kematian, pentingnya memperbanyak amal, dan menjaga silaturahmi.
Kegiatan berlangsung di Dusun Karampuang, Desa Garassikang, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Keluarga almarhum, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan ratusan warga turut menghadiri acara tersebut.
Kehadiran Safri menjadi bagian dari upayanya menjaga hubungan dengan masyarakat melalui kegiatan sosial dan keagamaan. Ia juga menyampaikan dukungan kepada keluarga almarhum yang tengah berduka.
Safri Ingatkan Warga tentang Makna Kematian
Dalam ceramahnya, Safri mengajak masyarakat menjadikan kematian sebagai pengingat untuk memperbaiki diri. Ia menegaskan bahwa kehidupan dunia hanya sementara dan setiap manusia akan meninggalkan harta, jabatan, serta kedudukannya.
Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak menyombongkan diri. Sebaliknya, setiap orang perlu memperkuat ibadah, membantu sesama, dan menjaga hubungan persaudaraan.
“Jangan pernah kita menyombongkan diri karena jabatan, pangkat, maupun harta. Semua itu hanya titipan. Pada akhirnya, kita akan kembali kepada Allah SWT. Selagi masih diberikan kesempatan hidup, mari memperbanyak ibadah, berbuat baik, membantu sesama, dan menjaga silaturahmi,” pesan Safri.
Selain menyampaikan pesan keagamaan, Safri mengajak keluarga yang ditinggalkan agar tetap tabah dan ikhlas menghadapi kehilangan. Ia menilai dukungan keluarga besar dan masyarakat dapat memberikan kekuatan bagi mereka yang sedang berduka.
Tekankan Pentingnya Pengabdian kepada Masyarakat
Safri juga menyoroti pentingnya pengabdian sosial dan keagamaan. Sebagai Ketua Ikatan Alumni (IKA) Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar, ia memandang kegiatan kemasyarakatan sebagai sarana untuk memperkuat persaudaraan dan kepedulian sosial.
Menurutnya, pengabdian tidak hanya bergantung pada jabatan atau kedudukan. Seseorang juga dapat memberikan manfaat melalui kesediaan untuk hadir, mendengarkan aspirasi warga, dan membantu masyarakat sesuai kemampuan.
“Bagi saya, amanah masyarakat harus dihargai dan dijaga. Selama kita masih diberikan kesempatan dan kemampuan, insyaallah kita harus berusaha hadir di tengah masyarakat, menjalin silaturahmi, serta memberikan manfaat sesuai kemampuan kita,” ungkapnya.
Safri turut menyampaikan terima kasih kepada pemerintah desa, imam dusun, tokoh agama, tokoh masyarakat, insan pers, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh warga yang menghadiri takziah.
Sejumlah Tokoh Hadiri Takziah di Karampuang
Acara tersebut turut dihadiri Sekretaris Desa Garassikang Jaelani Kareng Lolo dan Imam Dusun Karampuang Tompo Dg Nai.
Hadir pula S. Nassa dari media Buser Terkini serta Salim sebagai perwakilan organisasi masyarakat Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Kabupaten Jeneponto. Tokoh masyarakat, tokoh agama, keluarga almarhum, dan warga setempat juga mengikuti kegiatan tersebut.
Almarhum Sangkala Dg Rate bin Baso Dg Kulle meninggalkan seorang istri dan anak-anak. Melalui takziah ini, keluarga dan warga berkumpul untuk mendoakan almarhum sekaligus memberikan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan.
Pada penghujung acara, para peserta memanjatkan doa agar Allah SWT mengampuni almarhum, melimpahkan rahmat-Nya, menerima amal ibadahnya, dan menempatkannya di sisi terbaik-Nya. Mereka juga mendoakan keluarga almarhum agar memperoleh kekuatan, kesehatan, ketabahan, dan keikhlasan.
Safri Daeng Ngerho dan Kiprah Organisasi serta Politik
Safri Daeng Ngerho juga memiliki pengalaman dalam bidang organisasi, sosial, pendidikan, keagamaan, dan politik di Sulawesi Selatan.
Pada Pilkada Jeneponto 2024, ia mengikuti kontestasi sebagai calon wakil bupati berpasangan dengan Jenderal Purnawirawan Dr. Jahidin, M.Si. Ia juga pernah mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Daerah Pemilihan 4 yang meliputi Kabupaten Jeneponto, Bantaeng, dan Kepulauan Selayar.
Sebagai kader PPP Kabupaten Jeneponto, Safri menyatakan pentingnya menjaga komunikasi dengan masyarakat dan memperhatikan aspirasi warga. Ia juga menekankan perlunya mengarahkan pengabdian pada kepentingan publik serta kebutuhan masyarakat.
Safri menutup ceramahnya dengan mengajak warga memperkuat keimanan, menjaga persaudaraan, dan memperbanyak amal kebaikan selama masih memiliki kesempatan hidup.
“Semoga kepergian almarhum menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mari kita jaga persaudaraan, saling membantu, dan meninggalkan kebaikan selama masih diberikan kesempatan hidup,” tutupnya.















