DPP ARMADA Aspirasi Rakyat Mandiri dan Berdaulat
News  

Arogan di Pendopo: Oknum Pantup Bupati Aceh Timur Diduga Cekik Ketua Komisi 5 DPRK ‎

blank

‎”Saya ketua komisi 5, dari fraksi yang sama dengan Bupati. Tapi diperlakukan seperti kriminal oleh Pantup Bupati sendiri. Ini preseden buruk. Harus diproses hukum,” tegas Sayed, 

Aceh Timur – Bukan preman pasar, tapi anggota DPRK. Bukan di terminal, tapi di pendopo bupati. Ketua Komisi 5 DPRK Aceh Timur, Sayed Fareza Azmi, mengaku dicekik oknum pengamanan Bupati berinisial RS,


‎Ironisnya, Sayed dan Bupati sama-sama dari Partai Aceh. “Kawan sefraksi saja dicekik, bagaimana rakyat biasa?” sentil Ketua DPRK Aceh Timur, Musaitir.

‎Sayed datang ke Pendopo Bupati usai berkoordinasi langsung dengan Bupati. Sambil menunggu, ia menengok ke ruang tamu untuk memastikan ada tamu lain atau tidak.

Tiba-tiba, oknum Pantup Bupati yang diketahui anggota Brimob berinisial RS menegur kasar: _“Jangan ngintip dan jangan berdiri di pintu. Kalau mau masuk, masuk. Jika tidak, keluar saja. Dari mana kamu?”

‎Sayed menjawab, “Apa tidak bisa menegur dengan kata-kata baik? Saya anggota DPRK Aceh Timur.”

‎Bukannya minta maaf, RS justru menantang. _“Kau tidak senang? Ayo kita berkelahi,”_ tiru Sayed. Adu mulut tak terelak. _“Kau pikir aku takut kau tantang?”_ balas Sayed. Detik berikutnya, RS langsung mencekik leher Sayed. Orang-orang di pendopo sigap melerai.

Baca Juga:  Wujudkan Jeneponto Bahagia, Dukcapil dan RSUD Lanto Dg Pasewang Integrasikan Layanan Adminduk Bayi Baru Lahir serta Pasien Tanpa Identitas

‎Merasa dilecehkan, Sayed langsung ke SPKT Polres Aceh Timur membuat laporan. Usai lapor, ia bersama sejumlah anggota DPRK Fraksi Partai Aceh ke RS Zubir Mahmud untuk visum.

‎”Saya ketua komisi 5, dari fraksi yang sama dengan Bupati. Tapi diperlakukan seperti kriminal oleh Pantup Bupati sendiri. Ini preseden buruk. Harus diproses hukum,” tegas Sayed, Senin 6/7/2026.

‎Ketua DPRK Aceh Timur Musaitir mengecam keras. Ia minta RS segera dinonaktifkan sebagai Pantup.

‎”Kami sudah sering dengar kelakuan oknum ini. Semena-mena ke warga yang mau jumpa Bupati. Sekarang anggota dewan pun dicekik. Ini pendopo atau ring tinju?” kecam Musaitir.

Ia heran, Bupati dan korban satu partai tapi anak buah Bupati bertindak arogan. “Kalau sesama Partai Aceh saja diginiin, apalagi rakyat. Bupati harus tegas. Copot RS. Jangan pelihara arogansi di rumah rakyat,” desaknya.

Baca Juga:  Jelang Idul Adha 1445 H, Pemprov Sultra Pastikan Pasokan dan Harga Pangan Stabil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *