MAKASSAR — Universitas Indonesia Timur (UIT) memasuki periode kepemimpinan baru setelah Prof. Dr. Syamsir Dewang, M.Eng.Sc., F.Med. resmi dilantik sebagai rektor untuk masa jabatan 2026–2030.
Pelantikan berlangsung di Ruang Yayasan, Kampus 5 UIT, Jalan Abdul Kadir, Makassar, pada Jumat (18/9/2026). Wakil Ketua Yayasan Indonesia Timur, Aminuddin, S.H., M.H., memimpin pengambilan sumpah jabatan mewakili Ketua Yayasan Indonesia Timur, H. Haruna, M.A., M.B.A.
Usai pelantikan, Prof. Syamsir Dewang melanjutkan agenda dengan melantik jajaran pimpinan akademik dan struktural UIT untuk periode yang sama.
Prof Syamsir Fokus Perkuat Tata Kelola Universitas
Dalam pidato perdananya, Prof. Syamsir Dewang menyampaikan komitmen untuk memperkuat tata kelola perguruan tinggi dan meningkatkan inovasi akademik.
Ia menilai UIT memiliki rekam jejak dan potensi pengembangan yang perlu diperkuat melalui perbaikan sistem manajemen.
“Fokus utama kita ke depan adalah perbaikan sistem manajemen tata kelola serta mendorong inovasi tinggi dalam pengembangan program studi yang selaras dengan kebutuhan pembangunan nasional,” ujar Prof. Syamsir.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari arah pengembangan UIT selama masa kepemimpinannya hingga 2030.
UIT Dorong Pembukaan Program Studi Strategis
Salah satu agenda yang disampaikan rektor baru ialah pembukaan program studi yang berkaitan dengan kebutuhan tenaga profesional di sektor strategis.
UIT memprioritaskan pengembangan program studi, antara lain:
- Fakultas Kedokteran.
- Program Profesi Apoteker.
- Teknik Pertambangan.
Prof. Syamsir menjelaskan bahwa kebutuhan tenaga medis dan tenaga ahli teknis menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan program studi tersebut.
Menurutnya, keterbatasan penyelenggara program studi pertambangan di Sulawesi Selatan turut menjadi alasan UIT ingin mengambil peran dalam mencetak sumber daya manusia yang relevan dengan kebutuhan industri.
“UIT bertekad mengambil peran strategis ini untuk mencetak SDM unggul yang relevan dengan tantangan zaman,” tambahnya.
Yayasan Lakukan Penataan Struktur Organisasi
Ketua Yayasan Indonesia Timur, H. Haruna, menyampaikan apresiasi terhadap proses pergantian kepemimpinan di UIT.
Ia juga memberikan penghargaan kepada Dr. Abdul Rahman, S.Pt., S.E., M.M., M.Kes., yang sebelumnya menjabat sebagai rektor.
Haruna menjelaskan bahwa yayasan melakukan penataan struktural sekitar 25 persen untuk penyegaran organisasi. Penataan tersebut mencakup lingkungan universitas dan Rumah Sakit Wisata UIT.
Yayasan berharap kepemimpinan Prof. Syamsir Dewang bersama jajaran pimpinan fakultas dapat merespons perkembangan pendidikan tinggi dan kebutuhan masyarakat.
LLDIKTI Wilayah IX Dorong Digitalisasi Pendidikan
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Prof. Dr. dr. Budu, Ph.D., Sp.M(K)., turut menghadiri pelantikan tersebut.
Ia menilai UIT memiliki potensi pengembangan melalui digitalisasi pendidikan, pembelajaran hibrida, dan penguatan mutu akademik.
Dalam arahannya, Prof. Budu menekankan tiga bidang pendampingan LLDIKTI, yaitu:
- Penjaminan mutu akademik, termasuk penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).
- Pengembangan sumber daya dosen, termasuk dukungan terhadap jenjang karier akademik.
- Fasilitasi prestasi dan kerja sama, baik pada tingkat nasional maupun internasional.
Prof. Budu menyebut ekosistem UIT yang mencakup mahasiswa, program studi, dan unit usaha pendukung seperti rumah sakit sebagai modal pengembangan institusi.
Ia berharap UIT dapat terus melakukan transformasi dan memperluas kontribusinya dalam pendidikan tinggi di Indonesia Timur.
Kepemimpinan UIT Periode 2026–2030
Pelantikan Prof. Syamsir Dewang menandai dimulainya masa kepemimpinan baru Universitas Indonesia Timur.
Agenda penguatan tata kelola, pengembangan program studi strategis, dan transformasi digital menjadi sejumlah arah kebijakan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Pelaksanaan agenda tersebut selanjutnya akan bergantung pada kebijakan institusi, kesiapan akademik, serta proses pemenuhan ketentuan penyelenggaraan pendidikan tinggi yang berlaku.








