TAKALAR – URC Resmob Polres Takalar bersama personel Polsek Galesong mengamankan tiga orang yang diduga terlibat dalam kasus penganiayaan dan penikaman di Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Peristiwa pada Sabtu malam, 24 Oktober 2026, tersebut menewaskan seorang remaja berusia 17 tahun dan melukai seorang pemuda berusia 21 tahun.
Petugas mengamankan satu terduga pelaku tidak lama setelah kejadian. Sementara itu, dua orang lainnya datang menyerahkan diri dengan diantar langsung oleh orang tua masing-masing.
Dilansir dari beritapers.com, kasus ini bermula di Dusun Talakalabbua, Desa Sawakong, Kecamatan Galesong Selatan. Insiden tersebut menewaskan FAD (17), warga Desa Boddia, Kecamatan Galesong. Korban mengalami luka tikam di dada kiri dan mengembuskan napas terakhir di Puskesmas Bontokassi.
Selain FAD, insiden itu juga melukai ILH (21), seorang wiraswasta yang tinggal di Desa Sawakong. Korban mengalami luka robek di punggung dan harus menjalani perawatan medis dengan 21 jahitan.
URC Resmob Polres Takalar dan Polsek Galesong Amankan Tiga Orang
URC Resmob Polres Takalar bersama personel Polsek Galesong bergerak menangani kasus penikaman yang menewaskan remaja di Galesong Selatan.
Petugas menangkap satu terduga pelaku tidak lama setelah insiden. Selanjutnya, dua orang lainnya mendatangi polisi dan menyerahkan diri dengan pendampingan orang tua mereka.
Polisi kini perlu mendalami peran setiap terduga pelaku dalam peristiwa tersebut. Penyidik juga perlu mengungkap motif, memeriksa saksi, dan mencocokkan keterangan dengan bukti di lapangan.
Meski ketiga orang tersebut telah berhadapan dengan aparat penegak hukum, proses penyidikan tetap harus memastikan keterlibatan masing-masing pihak. Status mereka sebagai terduga pelaku tidak serta-merta membuktikan kesalahan di hadapan hukum.
Kronologi Penikaman di Galesong Selatan
Menurut keterangan saksi dalam pemberitaan, FAD bersama sejumlah rekannya mengunjungi Desa Sawakong untuk bersilaturahmi. Saat berkumpul, mereka sempat mengonsumsi minuman tradisional jenis ballo.
Beberapa waktu kemudian, FAD bersama rekannya yang berinisial AKB pergi membeli rokok di warung terdekat. Namun, dalam perjalanan, sekelompok orang yang identitasnya belum diketahui diduga menghadang kendaraan mereka.
FAD dan AKB kemudian kembali ke tempat berkumpul sebelumnya. Mereka mengajak beberapa teman untuk mencari kelompok yang diduga menghadang mereka.
Informasi dalam pemberitaan juga menyebut rombongan tersebut memacu sepeda motor dengan suara knalpot keras. Situasi pun memanas ketika warga sekitar bereaksi terhadap tindakan tersebut.
Ketegangan kemudian berkembang menjadi bentrokan fisik. Dalam insiden itu, FAD mengalami luka tikam di dada kiri, sedangkan ILH menderita luka robek di punggung.
Namun, polisi masih perlu memastikan kronologi lengkap serta hubungan antara perselisihan awal dan aksi penikaman tersebut. Pemeriksaan saksi dan pengumpulan bukti menjadi bagian penting untuk mengungkap kejadian secara menyeluruh.
Korban Mendatangi Rumah Warga untuk Mencari Pertolongan
Setelah insiden terjadi, kedua korban berusaha menyelamatkan diri dengan mendatangi rumah warga di sekitar lokasi. Rekan-rekan mereka kemudian membawa keduanya ke Puskesmas Bontokassi untuk mendapatkan pertolongan medis.
Tim medis berupaya menangani luka yang dialami kedua korban. Namun, luka tikam di dada kiri menyebabkan FAD meninggal dunia. Sementara itu, ILH menerima perawatan untuk mengatasi luka robek di punggungnya.
Peristiwa ini menunjukkan besarnya risiko ketika perselisihan berkembang menjadi kekerasan. Karena itu, masyarakat perlu mengutamakan penyelesaian masalah secara damai dan menghindari tindakan yang dapat memicu bentrokan.
Polisi Dalami Motif dan Peran Terduga Pelaku
Pengamanan tiga terduga pelaku menjadi perkembangan penting dalam penanganan kasus penikaman di Galesong Selatan. Kini, penyidik perlu menggali keterangan mereka untuk mengetahui peran masing-masing dalam insiden yang menewaskan FAD.
Selain memeriksa para terduga pelaku, polisi perlu mengumpulkan keterangan saksi dan bukti pendukung. Langkah tersebut dapat membantu penyidik mengungkap motif serta rangkaian kejadian yang sebenarnya.
Masyarakat juga perlu menghindari spekulasi mengenai identitas dan kesalahan pihak tertentu sebelum polisi menyampaikan hasil penyelidikan. Warga yang mengetahui informasi relevan dapat menghubungi kepolisian untuk membantu pengungkapan perkara.
Kasus penikaman di Galesong Takalar ini menjadi perhatian karena merenggut nyawa seorang remaja dan melukai pemuda lainnya. Masyarakat kini menantikan hasil penyidikan yang dapat menjelaskan kronologi, motif, serta pertanggungjawaban hukum setiap pihak yang terbukti terlibat.















