MAROS — Penantian panjang keluarga Valenth A Tambuto (24), warga Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, berakhir setelah jenazahnya dipulangkan dari Armenia ke Indonesia.
Jenazah Valenth tiba di Terminal Kargo Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pada Minggu (20/9/2026) sekitar pukul 21.00 WITA. Kedatangan jenazah disambut keluarga dan pihak terkait yang telah menunggu proses pemulangan selama kurang lebih dua bulan.
Valenth sebelumnya ditemukan meninggal dunia di Kota Yerevan, Armenia. Pemerintah Kabupaten Maros turut mengawal proses pemulangan bersama pemerintah pusat dan pihak terkait.
Proses Pemulangan Jenazah Berlangsung Panjang
Proses pemulangan jenazah Valenth membutuhkan waktu sekitar dua bulan. Bupati Maros, HAS Chaidir Syam, menjelaskan bahwa proses tersebut menghadapi sejumlah kendala, termasuk keterbatasan hubungan bilateral antara Indonesia dan Armenia.
Selain itu, terdapat tahapan pemeriksaan, identifikasi, dan klarifikasi yang berkaitan dengan kasus kematian korban.
Chaidir menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, Kementerian Luar Negeri, BP3MI, anggota DPR RI, serta pihak lain yang membantu mengawal pemulangan jenazah.
Menurutnya, koordinasi antara pihak Indonesia dan Armenia akhirnya memungkinkan jenazah korban dipulangkan ke tanah air.
Jenazah Diserahkan kepada Keluarga
Setelah tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, jenazah Valenth selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga.
Kepulangan tersebut menjadi momen duka sekaligus penutup penantian panjang keluarga yang menunggu jenazah korban kembali ke Indonesia.
Berdasarkan laporan sebelumnya, jenazah Valenth direncanakan dimakamkan pada Senin (21/9/2026).
Korban Ditemukan Meninggal di Armenia
Valenth A Tambuto diketahui bekerja di bidang teknologi informasi (IT) pada perusahaan konsultan IT di Armenia.
Keluarga pertama kali menerima kabar kematian korban pada Rabu (15/7/2026) malam. Berdasarkan informasi yang diberitakan sebelumnya, korban ditemukan dalam kondisi tangan, kaki, dan mulut terikat lakban di kamar mes pekerja perusahaan.
Kasus kematian tersebut berkaitan dengan dugaan tindak kriminal dan memerlukan proses pemeriksaan oleh pihak berwenang. Perkembangan penyelidikan serta pihak yang bertanggung jawab perlu merujuk pada keterangan resmi otoritas terkait.
Pemerintah Indonesia Kawal Pemulangan
Pemulangan jenazah Valenth menunjukkan adanya koordinasi antara pemerintah Indonesia, pihak keluarga, dan otoritas terkait di Armenia.
Pemerintah Kabupaten Maros menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang membantu proses tersebut hingga jenazah tiba di tanah air.
Sementara itu, keluarga masih menantikan kejelasan mengenai perkembangan kasus kematian Valenth di Armenia.
(Redaksi NewsTV)










