“Tidak ada program geusyik, yang ada program gampong. Kita musyawarah, kita kerjakan sama-sama. Saya ingin Seneubok Peusangan jadi gampong percontohan: agamanya kuat, adatnya hidup, ekonominya bangkit,” tegasnya.
Aceh Timur — Suasana haru dan penuh harapan menyelimuti Gampong Seneubok Peusangan, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur. Ustaz Ramli, Lc., M.H.I., resmi dilantik sebagai geusyik periode 2026–2032, Selasa 30/06/2026.
”Saya ini pelayan warga, bukan penguasa. Amanah ini berat. Tanpa dukungan semua unsur gampong, saya bukan siapa-siapa,” ujar Ramli usai dilantik.
Warga menaruh harapan besar di pundak geusyik baru. Isu utama yang dititipkan: transparansi dana desa, pembinaan pemuda, dan penguatan ekonomi gampong.
”Kami ingin dana desa terbuka. Biar warga tau dipakai untuk apa saja. Anak muda juga harus dirangkul, jangan sampai terjerumus narkoba,” kata , tokoh pemuda Seneubok Peusangan.
Seneubok Peusangan dikenal sebagai gampong agraris dengan potensi sawah dan kebun. Namun, infrastruktur jalan gampong dan irigasi masih jadi keluhan warga.
Dalam pidato perdananya, Ramli berkomitmen menjalankan pemerintahan gampong yang bersih dan partisipatif. Ia berjanji membuka ruang musyawarah untuk setiap program.
”Tidak ada program geusyik, yang ada program gampong. Kita musyawarah, kita kerjakan sama-sama. Saya ingin Seneubok Peusangan jadi gampong percontohan: agamanya kuat, adatnya hidup, ekonominya bangkit,” tegasnya.
Pelantikan geusyik di Aceh bukan sekadar seremonial pergantian jabatan. Geusyik adalah ujung tombak pemerintahan sekaligus penjaga adat. Ketika jabatan itu diisi sosok berlatar belakang agama dan pendidikan seperti Ustaz Ramli,











