DPP ARMADA Aspirasi Rakyat Mandiri dan Berdaulat

Penganiayaan Remaja di Asmat Berujung Kekerasan di RSUD Agats

blank
Penganiayaan Remaja di Asmat Berujung Kekerasan di RSUD Agats

ASMAT — Kasus penganiayaan yang menewaskan seorang remaja berinisial EP (16) di Kabupaten Asmat, Papua Selatan, berujung pada aksi kekerasan terhadap salah satu terduga pelaku.

Terduga pelaku berinisial JH meninggal dunia setelah diserang massa saat menjalani perawatan di RSUD Agats. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (21/9/2026).

Kapolres Asmat AKBP Wahyu Basuki menjelaskan, rangkaian kejadian bermula dari dugaan penganiayaan terhadap EP di Kota Agats. Polisi menyebut dugaan penganiayaan tersebut melibatkan dua orang. 

Keluarga Korban Mencari Terduga Pelaku

Setelah mengetahui EP mengalami penganiayaan hingga meninggal dunia, keluarga korban kemudian mencari pihak yang diduga terlibat.

Salah satu terduga pelaku, JH, ditemukan di kawasan Pasar Mama-Mama Cemenes. Di lokasi tersebut, JH kemudian menjadi sasaran kekerasan hingga tidak sadarkan diri.

JH sempat dikira telah meninggal dunia. Namun, setelah diketahui masih hidup, JH meminta pertolongan dan kemudian dievakuasi ke RSUD Agats untuk mendapatkan perawatan medis. 

Baca Juga:  Antrean BBM Mengular di Sejumlah SPBU Bantaeng, Polisi Perketat Pengamanan

Massa Kembali Mendatangi Rumah Sakit

Situasi kembali memanas setelah keluarga korban mengetahui JH masih hidup dan menjalani perawatan di rumah sakit.

Sejumlah massa kemudian mendatangi RSUD Agats. Personel kepolisian berusaha mencegah massa memasuki area rumah sakit dan membuat barikade untuk mengamankan JH.

Namun, massa berhasil menerobos barikade petugas. JH kemudian kembali mengalami penganiayaan di dalam rumah sakit.

Akibat kejadian tersebut, JH akhirnya meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Agats. 

Polisi Masih Mencari Terduga Pelaku Lain

Selain JH, polisi menyebut terdapat satu orang lain yang diduga terlibat dalam penganiayaan terhadap EP.

Personel Polres Asmat telah melakukan penyisiran di sekitar Kompleks Pembuangan Sampah untuk mencari keberadaan orang tersebut. Namun, hingga pemeriksaan dilakukan, terduga pelaku kedua belum ditemukan.

Polisi masih melakukan pendalaman terhadap seluruh rangkaian peristiwa, termasuk penganiayaan yang menewaskan EP dan kekerasan terhadap JH. 

Baca Juga:  Tumbuhkan Nilai Sportivitas, Kemenkum Selenggarakan Kompetisi Olahraga

Polisi Imbau Warga Tidak Main Hakim Sendiri

Kapolres Asmat mengimbau keluarga korban maupun pihak lainnya agar tidak melakukan tindakan kekerasan atau main hakim sendiri.

Kepolisian meminta masyarakat menyerahkan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum. Polisi juga terus berkoordinasi dengan TNI, pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat untuk menjaga keamanan di Kota Agats.

Personel Polres Asmat masih disiagakan di sejumlah titik untuk mencegah kekerasan susulan dan menjaga situasi keamanan tetap terkendali. 

(Redaksi NewsTV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *