MAROS — Jenazah Valenth Alexie Tamboto (24), warga Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, akhirnya tiba di tanah air setelah meninggal dunia di Yerevan, Armenia, pada Juli 2026.
Pemulangan jenazah tersebut mengakhiri penantian keluarga selama kurang lebih dua bulan. Jenazah Valenth tiba di wilayah Maros pada Minggu malam, 20 September 2026, setelah menjalani proses pemulangan dari Armenia.
Kabar kepulangan ini menjadi momen penting bagi keluarga yang sebelumnya menunggu kepastian terkait pemulangan jenazah korban.
Meninggal di Yerevan pada Juli 2026
Valenth Alexie Tamboto diketahui meninggal dunia di Kota Yerevan, Armenia, pada 15 Juli 2026.
Korban merupakan warga Maros yang bekerja di Armenia. Kasus kematiannya menjadi perhatian karena adanya dugaan tindak kriminal.
Informasi mengenai penyebab kematian dan kronologi kejadian perlu mengacu pada hasil penyelidikan serta keterangan resmi pihak berwenang.
Proses Pemulangan Jenazah Berlangsung Dua Bulan
Proses pemulangan jenazah Valenth berlangsung selama kurang lebih dua bulan. Penanganan kasus di Armenia dan sejumlah prosedur administratif menjadi bagian dari proses tersebut.
Pemerintah Indonesia melalui pihak terkait turut membantu mengawal pemulangan jenazah hingga tiba di tanah air.
Pihak keluarga kemudian menerima jenazah untuk menjalankan rangkaian penghormatan terakhir dan persiapan pemakaman.
Keluarga Menanti Kepastian Kasus
Selain menunggu kepulangan jenazah, keluarga Valenth juga masih menghadapi ketidakpastian mengenai perkembangan kasus kematian korban.
Keluarga berharap penyelidikan yang dilakukan pihak berwenang dapat memberikan penjelasan mengenai peristiwa yang menyebabkan Valenth meninggal dunia.
Informasi mengenai pihak yang bertanggung jawab dan perkembangan proses hukum perlu disampaikan berdasarkan keterangan resmi yang dapat diverifikasi.
Jenazah Akhirnya Tiba di Tanah Air
Kepulangan jenazah Valenth Alexie Tamboto menjadi akhir dari penantian panjang keluarga selama berada di Indonesia.
Koordinasi antara keluarga, pemerintah, dan pihak terkait berperan dalam proses pemulangan dari Armenia.
Sementara itu, perkembangan penyelidikan kasus kematian Valenth masih menjadi perhatian keluarga dan masyarakat.
(Redaksi NewsTV)










